STAI Al-Mujtama Pacu Mutu Jurnal Menuju Akreditasi Global
PAMEKASAN • Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Mujtama Pamekasan, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu akademik.
Salah satu langkah nyatanya dengan menggelar Bimtek Pengelolaan dan Publikasi Jurnal Bereputasi, pada Senin (29/6/2026).
Acara yang berlangsung di aula kampus setempat ini menyasar para pengelola jurnal dan dosen.
Tujuannya jelas: mendongkrak standar jurnal kampus agar siap bersaing di kancah akreditasi nasional maupun indeksasi internasional.
Untuk membedah strategi tersebut, STAI Al-Mujtama menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu H. Muhammad Taufiq dari UIN Madura, dan Akhmad Farid Mawardi Sufyan.
Kepala LP2M Soroti Tiga Kunci Utama Jurnal Elektronik
Kepala LP2M STAI Al-Mujtama Pamekasan, Jatim menegaskan, tantangan pengelolaan jurnal di era digital semakin kompleks.
“Oleh karena itu, standardisasi menjadi hal yang mutlak,” ujarnya.
Jatim menjabarkan ada tiga poin krusial yang tidak boleh diabaikan oleh para pengelola jurnal di lingkungan kampus.
“Penting sekali bagi kita untuk menjaga konsistensi, ketajaman substansi artikel, serta kepatuhan terhadap tata kelola jurnal elektronik modern,” imbuhnya.
Pentingnya Ketajaman Substansi dan Sistem Modern
Lebih lanjut, Jatim menjelaskan, konsistensi bukan hanya soal waktu terbit yang tepat.
“Hal itu juga mencakup komitmen dalam menjaga alur penelaahan yang objektif,” tandasnya.
Ia juga menambahkan, substansi artikel harus memiliki kebaruan ilmiah agar mampu memberi dampak luas.
“Artikel yang tajam akan menjadi rujukan bagi peneliti lain di tingkat nasional maupun global,” ungkapnya.
Selain isi tulisan, kata Jatim, aspek teknis juga menjadi sorotan.
“Pengelola wajib patuh pada sistem jurnal elektronik modern yang terintegrasi dan transparan,” tegasnya.
Ia menambahkan, melalui pelatihan intensif ini, berharap jurnal-jurnal ilmiah yang dikelola STAI Al-Mujtama Pamekasan dapat segera naik kelas.
Dengan sistem yang kredibel, jurnal kampus diharapkan mampu menjadi wadah publikasi yang diakui secara luas.
“Sekaligus berkontribusi nyata bagi perkembangan khazanah keilmuan Islam dan sosial,” pungkas Jatim.
✅ Penulis: Marshelina
✅ Editor: Redaksi


