SAMPANG • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, memetakan wilayah terdampak kemarau tahun ini.

Mayoritas wilayah yang rawan kekeringan mengacu pada data-data tahun sebelumnya.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Hozin, menyebut ada lima kecamatan yang paling mendominasi.

“Lima kecamatan ini diprediksi mengalami dampak kekeringan paling parah,” ujarnya, Rabu (13/5/2026) pagi.

Ia menyebutkan, Kecamatan tersebut meliputi Tambelangan, Kedungdung, Robatal, Karang Penang dan Sreseh.

“Kecamatan Tambelangan menjadi wilayah dengan cakupan desa terdampak paling luas,” ungkapnya.

Sementara itu, imbuh Hozin, untuk Kecamatan Sreseh kondisi sedikit lebih baik.

“Tercatat hanya ada dua desa yang membutuhkan bantuan air bersih,” bebernya.

Hingga saat ini, BPBD mencatat masih ada dua kecamatan belum menyetorkan data pemetaan terbaru.

“Dua wilayah tersebut Kecamatan Sampang dan Kedungdung,” terang Hozin.

Sebagai langkah cepat, BPBD akan menggunakan data tahun sebelumnya untuk kedua kecamatan itu.

Hal ini dilakukan agar penyusunan SK Kabupaten terkait kekeringan bisa rampung bulan ini.

Nantinya, bantuan dropping air bersih hanya akan diprioritaskan bagi wilayah tertentu.

Hozin menambahkan, fokus utamanya desa-desa yang masuk dalam kategori kering kritis.

“Yang mendapatkan bantuan air bersih itu yang kritis. Kering kritis pasti kami utamakan nantinya,” pungkasnya. [hry]