Kolaborasi TNI-Akademisi: Menyehatkan Fisik, Mendongkrak Ekonomi Desa
SAMPANG • Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) bersama jajaran TNI Kodim 0828 Sampang turun langsung ke tengah masyarakat desa, Senin (13/7/2026).
Melalui momentum Karya Bhakti TNI, mereka tidak hanya membawa misi perubahan fisik, melainkan juga membawa misi edukasi kesehatan untuk mendongkrak kualitas hidup warga.
Dalam aksi humanis secara door to door tersebut, para mahasiswa mengidentifikasi tingginya keluhan fisik, khususnya gejala pusing setelah diperiksa ternyata bersumber dari hipertensi dan kolesterol.
Temuan lapangan ini langsung direspons cepat lewat edukasi klinis mengenai pentingnya pencegahan dini, pembatasan konsumsi makanan pemicu, hingga pentingnya melakukan kontrol kesehatan secara berkala.
Anisa perwakilan mahasiswa STIKES Sampang, memaparkan analisis mendalam mengenai keterkaitan mutlak, antara stabilitas ekonomi keluarga dengan derajat kesehatan yang kerap kali diabaikan.
“Ekonomi pondasi utama dari kesehatan. Ketika pendapatan keluarga cukup, maka akses terhadap pelayanan medis yang layak, tebus obat, hingga jaminan kesehatan akan jauh lebih mudah dijangkau,” ujarnya.
Ia menekankan, kemampuan ekonomi secara langsung menentukan kualitas asupan nutrisi harian yang masuk ke dalam rumah tangga.
“Kondisi ekonomi yang baik memungkinkan keluarga memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Ini kunci utama kita dalam memutus mata rantai masalah malnutrisi, anemia, hingga pencegahan stunting pada anak-anak di desa,” lanjutnya.
Lebih jauh, Anisa membongkar fakta lapangan mengenai bagaimana kemiskinan dan keterbatasan finansial, sering kali memaksa warga untuk menunda pengobatan hingga kondisi fisik mereka benar-benar kritis.
“Sanitasi yang buruk, minimnya akses air bersih, dan hunian yang tidak sehat rata-rata bersumber dari keterbatasan ekonomi. Akibatnya, risiko penularan penyakit menular maupun tidak menular melonjak tajam,” urainya.
Dampak ini, menurut Anisa, tidak berhenti pada fisik saja, melainkan merambat ke kesehatan mental keluarga akibat tekanan hidup yang berat.
Beban finansial yang menghimpit memicu stres berat, kecemasan, hingga depresi. Padahal, kesehatan dan ekonomi itu adalah lingkaran yang saling mengikat.
“Ekonomi yang sehat mendukung fisik yang kuat, dan tubuh yang bugar adalah modal utama warga untuk bekerja produktif meningkatkan pendapatan,” tegasnya.
Melalui kolaborasi ini, Anisa berharap program edukasi serupa bisa diduplikasi ke seluruh desa di Kabupaten Sampang, dengan membagi kelompok mahasiswa secara merata.
“Karya Bhakti ini menyadarkan kami para mahasiswa bahwa membangun bangsa, meningkatkan ekonomi, dan menyehatkan masyarakat bukan hanya tugas pundak pemerintah, melainkan tanggung jawab moral seluruh elemen bangsa termasuk akademisi dan TNI,” pungkasnya.
Sementara itu, Babinsa Koramil 01/0828 Sampang Serka Sugeng Triyono menegaskan, edukasi kesehatan ini merupakan pilar penting dalam mencetak lingkungan desa yang tangguh dan bebas penyakit.
“Karya Bhakti TNI tidak hanya fokus memperbaiki fisik bangunan atau rumah warga, tetapi juga membangun kesadaran moral untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” tegas Sugeng.
Untuk diketahui, sinergi antara TNI dan mahasiswa STIKES tersebut ditargetkan mampu mencetak masyarakat desa yang tidak hanya memiliki hunian layak, tetapi juga mandiri secara kesehatan dan ekonomi.
✅ Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi


