SAMPANG • PT Sumatraco merapat ke tambak garam di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Langkah tersebut untuk menggenjot mutu panen garam lokal agar tembus standar industri.

Pendampingan intensif diberikan langsung kepada para petani. Pengawasan dilakukan secara ketat, mulai dari awal pengolahan air laut di tambak hingga masa pemanenan.

Petani diminta tidak terburu-buru melakukan panen. Masa kristalisasi idealnya ditahan pada kisaran 12 hingga 30 hari agar kadar NaCl garam melambung tinggi.

Perwakilan PT Sumatraco Mohammad Ishak mengatakan, pembenahan kualitas harus dimulai langsung dari hulu rantai pasok.

Ia mengungkapkan, fokusnya saat ini mendampingi petani agar menghasilkan garam berkualitas tinggi.

“Kalau mutunya bagus, harga jual di tingkat petani juga bisa maksimal,” ujarnya, Rabu (2/9/2026).

Ishak menambahkan, perbaikan teknik olah tambak menjadi kunci utama, agar hasil panen tidak mudah hancur dan memenuhi spesifikasi pabrik.

“Garam yang dipanen matang punya struktur lebih keras dan kadar air lebih rendah, itu yang dicari industri,” tambahnya.

Menurut Ishak, bahan baku yang prima sangat krusial. Industri butuh kepastian pasokan yang stabil dan memenuhi standar mutu secara berkelanjutan.

“Kami ingin petani tidak sekadar mengejar tonase, tapi juga bangga karena produknya punya daya saing tinggi,” tegasnya.

Ishak menambahkan, langkah tersebut menjadi angin segar bagi para petani Madura.

“Mutu yang melesat otomatis membuka peluang harga jual yang jauh lebih menguntungkan,” tandasnya.

Kendati demikian, PT Sumatraco optimistis sinergi ini mampu mendongkrak daya saing garam Sampang.

“Sekaligus mengangkat kesejahteraan para petani tambak lokal secara berkelanjutan,” pungkas Ishak.

Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi