SKK Migas Ajak Mahasiswa Beradaptasi Dengan Perkembangan Teknologi

0
525
Suasana saat berlangsungnya kegiatan kuliah umum di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) oleh SKK Migas.

Bangkalan, (regamedianews.com) – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara bersama Husky, CNOOC, Madura Limited (HCML), Ophir Energy-Petronas mengadakan kuliah umum tentang tantangan dan solusi sistem informasi dan tekhnologi Industri Hulu Migas di Gedung Graha Rektorat Universitas Trunojoyo Madura, Selasa (06/11/2018).

Turut hadir pada kuliah umum tersebut diantaranya Rektor Universitas Trunojoyo Madura Muh. Syarif dan bertindak sebagai nara sumber yakni Kepala Departemen Operasi SKK Migas Wilayah Jawa, Bali Nusa Tenggara Indra Zulkarnain, Manager IT Petronas Rikianto Budiarto, Manager ICT HCML Abu Hanifah, IT Ophir Energy Dian Buana.


Baca juga KOPRI PC. PMII Pamekasan Gelar SKK Se-Jawa Timur

Ketika membuka acara, Rektor Universitas Trunojoyo Madura mengapresiasi kuliah umum yang diberikan SKK Migas tersebut, terhadap para mahasiswanya. Pihaknya juga berharap para mahasiswanya bisa lebih memahami seluk beluk industri migas khususnya di Pulau Madura.

Adanya lapangan Migas di Pulau Madura ini harus benar-benar dimengerti oleh generasi muda, khususnya para mahasiswa yang mempunyai ilmu di bidangnya masing-masing, supaya nantinya ketika lulus bisa bekerja di lapangan tersebut.

“Semoga apa yang telah diajarkan bisa dipahami dan dimengerti, untuk mahasiswa UTM juga ada peluang jika kalian hendak bekerja disana nantinya,” ucapnya.

Mewakili narasumber lainnya, Kepala Departemen Operasi SKK Migas Wilayah Jawa, Bali Nusa Tenggara Indra Zulkarnain menyampaikan, bahwa acara tersebut diadakan supaya para mahasiswa juga memahami tentang industri hulu migas.

“Kegiatan kuliah umum ini bagaimana Penerapan IT di dalam industri hulu migas, yang sudah SKK Migas lakukan dengan menerapkan, standar pertukaran data. Sehingga, SKK migas dalam mengelola data dari K3S itu jika menggunakan standart lebih mudah,” tuturnya.

Ketika biaya tinggi maka juga perlu teknologi tinggi, kata Zulkarnain, teknologi ini apa yang bisa diterapkan di industri hulu Migas, seperti disampaikan terkait penerapan standar dan penggunaan pengolahan data data survei.

Baca juga HIMMAN UTM Gelar Seminar Internasional, Pemateri Ajak Generasi Milenial Berperan di Era Digital

“Jadi kita mengumpulkan data dari K3S, lalu data itu kita analisa menggunakan satu software yang sudah bagus. Kemudian manfaatkan dalam pengambilan keputusan,” paparnya.

Zulakarnain juga berharap, kepada mahasiswa agar bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sehingga pada saat nanti mereka lulus, ilmu yang dimiliki tidak hanya berdasarkan ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah.

“Tapi mereka juga bisa melakukan riset teknologi yang sekarang sedang berkembang, mereka juga bisa pelajari, sehingga mereka lebih siap untuk langsung terjun ke dalam dunia kerja,” pungkasnya. (sfn/har)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here