Cerita Haru Sarmah, Saat Tau Penanganan Operasinya Langsung Dipantau Bupati Sampang
Sampang-, Air mata haru menjadi saksi bisu saat Sarmah (37) warga Gunung Rancak kecamatan Robatal kabupaten Sampang berhasil menjalani operasi pasca belasan tahun dibawah cengkarama tumor ganas yang merenggut kebebasan hidupnya
Sarmah adalah seorang ayah dari dua orang anak, dan suami dari seorang istri yang awalnya hidup normal seperti laki-laki kebanyakan, namun saat berusia sekitar 24 tahun dirinya dirinya didiagnosa menderita tumor
Awalmya hal itu dianggap biasa, namun seiring waktu tumor itu terus membesar, hingga akahirnya berbagai usaha telah dilakukan demi menyembuhkan penyakitnya
Ditengah keterbatasan ekonomi dirinya terus mencoba bertahan demi kesembuhan dirinya, satu persatu harta seadanya yang dimiliki dijual demi berobat, namun usahanya tak membuhkan hasil
“Dulu, saya hanya bisa pasrah, setiap pagi hanya.menunggu malam tiba ditemani rasa sakit”,tuturnya, Senin (17/8/26)
Ditengah keputusasaan yang membayangi, Sarmah diberi petunjuk oleh seorang kerabatnya untuk mendatangi rumah kepala desa setempat
“Awalnya saya hampir menyerah, lalu mencoba mengikuti saran kerabat saya”,imbuhnya
Menurut Sarmah, setelah beberapa menit dirinya mengadu, tak lama pihak desapun langsung mendatangi rumahnya
Saat itulah menurut Sarmah, dirinya merasa semangat kembali, karena setelah pihak desa mengirimkan foto kondisinya, tak berselang lama terdengar panggilan telepon yang menurut pihak desa adalah panggilan dari orang nomer satu dikabupaten Sampang, H. Slamet Junaidi
“Saya betul-betul kembali bersemangat, saat pihak desa mengatakan bahwa yang memanggil adalah pak Bupati Sampang”, jelasnya
Tak hanya sampai disitu, Sarmahpun mengaku benar-benar seperti bermimpi, karena menurutnya saat itu dirinya langsung mendapatkan penanganan cepat diluar yang dibayangkan
“Hari itu langsung ditangani, kemudian esoknya dirujuk langsung ke Surabaya”,imbuhnya
Saat ini, Sarmahpun telah diijinkan pulang oleh dokter rumah sakit dr.Soetomo Surabaya untuk menjalani rawat jalan dari rumah
Dengan mata berkaca-kaca, Sarmahpun mengakui bagaimana dirinya merasa sangat terharu, karena dari awal hingga selesai operasi terus dipantau penangannya oleh Bupati Sampang
“Terima kasih pihak desa, dinas kesehatan, terutama pak Bupati yang ternyata terus mengawal saya”,paparnya seraya menitikkan air mata
Ditengah keterbatasan fisik saat ini, Sarmahpun berharap dirinya bisa kembali beraktivitas, menjadi seorang ayah sekaligus suami yang harus menjadi tulang punggung keluarganya.


