Wabup Bangkalan: Pelatihan Kerja Wajib Berujung Penempatan Kerja
BANGKALAN • Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kabupaten Bangkalan menggelar pelatihan berbasis kompetensi bagi ratusan pencari kerja, Rabu (20/5/2026).
Program tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Moch Fauzan Ja’far.
Dalam sambutannya Fauzan menegaskan, pelatihan kerja tidak boleh berhenti hanya pada proses belajar di kelas.
Ia memastikan, peserta mendapatkan pendampingan hingga penempatan kerja setelah pelatihan selesai.
“Yang kita harapkan pelatihan ini berkelanjutan. Jadi tidak hanya pelatihan saja, tapi juga ada penyaluran kerja, pengawasan, dan monitoring agar benar-benar bermanfaat bagi peserta,” ujarnya.
Fauzan menjelaskan, pelatihan berbasis kompetensi tersebut merupakan bagian dari program Pemda, melalui Disperinaker untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.
Menurutnya, tujuh bidang pelatihan yang dibuka tahun ini telah disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
“Kejuruannya memang yang dibutuhkan di lapangan. Harapannya setelah pelatihan mereka bisa langsung terserap kerja,” katanya.
Fauzan menambahkan, sebanyak 112 peserta dari berbagai kecamatan di Bangkalan mengikuti pelatihan tersebut.
“Sebelum dinyatakan lolos, para peserta harus melewati sejumlah tahapan seleksi mulai dari verifikasi administrasi, tes tulis, hingga wawancara,” terangnya.
Sementara itu, Kabid Pelatihan Kerja dan Penempatan Disperinaker Bangkalan, Indah Sri Wahyuni mengatakan, ada tujuh bidang pelatihan yang dibuka tahun ini, yakni konten kreator, desain grafis, pengelasan, listrik, menjahit, tata rias, serta pembuatan roti dan kue.
Mayoritas pelatihan dilaksanakan selama 33 hari. Namun khusus bidang tata rias, pelatihan hanya berlangsung selama lima hari karena masih berbasis masyarakat dan belum mengacu pada standar kompetensi nasional.
“Kalau berbasis kompetensi itu mengacu SKKNI dari pusat. Sementara tata rias masih berbasis masyarakat dan output-nya memang lebih ke kemampuan dasar merias,” jelasnya.
Seluruh peserta mendapatkan fasilitas gratis berupa seragam, alat tulis kantor (ATK), hingga uang transportasi selama mengikuti pelatihan.
Dari lebih dari 200 pendaftar, hanya 112 orang yang dinyatakan lolos seleksi. Disperinaker memprioritaskan peserta yang belum memiliki pekerjaan atau terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Kalau masih kuliah atau sudah bekerja memang tidak kami prioritaskan. Selain itu juga dilihat bakat dan minatnya. Kalau setelah pelatihan tidak ada niat bekerja, biasanya tidak kami loloskan,” ujar Indah.
Tak hanya memberikan pelatihan, Disperinaker Bangkalan juga menyiapkan skema penyaluran kerja bagi para lulusan.
Untuk bidang pengelasan, misalnya, Disperinaker telah menjalin kerja sama dengan enam galangan kapal guna membuka peluang kerja bagi peserta.
“Sudah banyak alumni yang terserap kerja di sana. Untuk menjahit juga ada alumni yang sudah go internasional dan merekrut lulusan BLK lainnya,” pungkas Indah.
✅ Penulis: Syafin
✅ Editor: Redaksi


