Sehari Pasca HUT Bhayangkara ke 80, Sepekan HANI 2026, Polri Berduka, 3 Personel Gugur Saat Penindakan Narkoba
Katingan || Hari itu, Rabu (1/7/26) Baru saja institusi korp Bhayangkara merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 80 tahun, korp baju warna cokelat itu merayakan pengabdiannya kepada mayarakat selama 8 Dasawarsa
Belum genap sehari atau tepatnya Kamis 2 Juli dini hari atau belum genap sepekan dari Hari Anti Narkoba Intrnasional (HANI) tahun 2026, 12 personel polisi dari Satuan Narkoba Polres Katingan berniat melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberantas peredaran barang haram narkoba diwilayah hukumnya
Berbekal tekad yang kuat atas laporan dari masyarakat terkait peredaran narkoba diwilayah itu, para personel kepolisian itu melakuan operasi penindakan ke Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah
Awalnya operasi tersebut berjalan seperti biasa, seorang terduga pelaku berinisial B berhasil ditangkap oleh tim tersebut
Namun, selang beberapa saat keluarga terduga pelaku melakukan perlawanan kepada petugas dengan menyerang petugas menggunakan senjata tajam jenis parang yang kemudian memantik massa yang terus berdatangan
Alhasil, dari serangan tersebut satu polisi bernama Ipda Yudi Saputra dinyatakan gugur dilokasi kejadian, sementara dua orang personel lainnya saat itu dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian
Dua jasad polisi yang hilang tersebut ditemukan selang beberapa hari ditempat yang berbeda, Bripda Nopandri ditemukan tersangkut di ranting kayu di wilayah Desa Tumbang Lahang pada Sabtu sore (4/7/26) setelah diduga hanyut terbawa derasnya arus Sungai Katingan hingga 37 km dari lokasi kejadian
Sementara jasad Iptu Sumaryanto baru ditemukan pada Minggu (5/7/26) pagi karena jasadnya ditemukan warga tersangkut dibatang kayu yang mengambang
Kejadian tersebut menyisakan luka mendalam bagi institusi yang dipimpin jenderal Listyo Sigit Prabowo itu, untuk itu dirinya menyerukan kepada korp Bhayangkara agar terus menyatakan perang terhadap narkoba
Hal itu disampaikan orang nomer satu ditubuh institusi Polri itu saat memberikan penghargaan kepada personelnya yang gugur saat melakukan penindakan narkoba Katingan, Jumat (3/7/26)
“Karena mereka adalah penghancur generasi yang harus diberantas untuk menyelamatkan masyarakat dari dampak bahaya narkoba yang bisa merusak generasi masyarakat dan bangsa,” tuturnya.
Sigit menambahkan bahwa peredaran narkoba dinilai membahayakan masyarakat serta generasi muda Tanah Air, apalagi menurutnya, Indonesia bakal segera dihadapkan dengan bonus demografi yang diproyeksikan pada beberapa tahun mendatang.


