SAMPANG • Menanggapi berbagai isu negatif yang beredar belakangan ini, Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Sampang angkat bicara.

Ketua Satgas MBG Ahmad Mahfud menegaskan, seluruh jajarannya telah bekerja secara maksimal dan profesional.

Ia memastikan, program nasional ini berjalan sesuai petunjuk teknis (Juknis) yang diturunkan Badan Gizi Nasional (BGN) pusat.

“Alhamdulillah, Satgas MBG di Sampang sudah menjalankan amanah ini sesuai peruntukannya,” ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

Pria akrab disapa Ra Mafud ini juga meluruskan kekeliruan informasi di masyarakat, ihwal kewenangan penindakan hukum.

Ia menegaskan, fungsi Satgas di tingkat daerah murni berada pada ranah pembinaan dan pengawasan lapangan.

“Kita blak-blakan saja. Kewenangan penindakan dan semacamnya itu mutlak ada di BGN,” tegasnya.

Untuk menjamin kualitas program, Satgas Sampang secara berkala melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) secara ketat di setiap titik pelaksanaan.

“Ini komitmen kami agar tidak ada celah penyimpangan,” ucap Ra Mahfud.

Lebih lanjut, ia meminta seluruh elemen yang terlibat, mulai dari SPPG, pengelola dapur MBG, SPPI, ahli gizi, akuntan, hingga mitra lokal untuk menjaga integritas.

Menurutnya, seluruh ekosistem MBG di Sampang didesak memiliki kesadaran penuh dalam merawat program ini.

“Tentu agar dampak ekonominya benar-benar dirasakan oleh masyarakat di tingkat bawah,” tegasnya.

Ra Mahfud juga mengapresiasi, sekaligus mengajak rekan-rekan media tetap objektif dan ikut mengawal program ini.

“Mari kita sukseskan program MBG dengan pemberitaan positif. Harapan kita, manfaat program ini dirasakan langsung masyarakat Sampang,” pungkasnya.

Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi