SAMPANG • Bencana kekeringan mulai melanda wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Berdasarkan data pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, sebanyak 78 desa tersebar di 12 kecamatan berstatus kekeringan kritis.

Kondisi tersebut, menyebabkan sebagian masyarakat mulai mengalami kesulitan untuk memperoleh pasokan air bersih.

Sebagaimana dikutip dari beberapa media online, Pemerintah Daerah menetapkan belasan kecamatan sebagai fokus utama penanganan darurat.

“Wilayah tersebut prioritas utama penanganan bencana,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, Rabu (19/8/2026).

Guna mendukung operasional bantuan, BPBD menyiapkan alokasi anggaran Rp75 juta, bersumber dari APBD.

“Dana itu untuk membiayai operasional armada pengangkut air ke titik-titik terparah,” ujar Hozin.

Ia mengungkapkan, pendistribusian air bersih menggunakan armada truk tangki akan segera direalisasikan.

“Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap menuju pemukiman warga terdampak,” jelasnya.

Lanjut Hozin mengatakan, penanganan kekeringan ini menerapkan sistem prioritas di lapangan.

“Wilayah dengan tingkat krisis paling parah akan menerima pengiriman air bersih terlebih dahulu,” imbuhnya.

Selain menangani 78 desa kritis, BPBD Sampang terus memantau perkembangan wilayah lain.

“Langkah ini untuk mengantisipasi potensi meluasnya dampak musim kemarau,” pungkas Hozin.

Sementara, keterangan dihimpun Rega Media, 12 kecamatan yang masuk zona kering kritis pada kemarau tahun ini, yaitu:

Kecamatan Banyuates, Camplong, Jrengik, Karangpenang, Kedungdung, Omben, Robatal, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan dan Torjun.

Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi